Skip to main content

Gubernur Sulawesi Banyak Minta, Jokowi Tidak Tahan


  "Tadi Pak Gubernur (Sudirman) masih meminta banyak sekali hal-hal yang kurang di Sulsel," kata Jokowi dalam pidato peresmian Kolam Regulasi Nipa-Nipa di Kabupaten Maros, Sulsel, Kamis (18/3/2021).

Padahal, kata Jokowi, dia baru saja meresmikan beberapa megaproyek di Sulsel yang menelan anggaran besar dari pemerintah pusat. "Padahal baru saja kita resmikan bandara Tana Toraja yang hampir satu triliun (rupiah). Ada juga beberapa waduk yang mungkin tahun ini kita resmikan," ujarnya.

1. Sudirman berkeluh kesah soal proyek infrastruktur di Sulsel terkendala anggaran
Andi Sudirman Sulaiman mengeluhkan kepada Jokowi terkait sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di Sulsel yang belum sepenuhnya tuntas, karena terkendala anggaran Pemprov yang terbatas.

Sudirman meminta agar pemerintah pusat membantu pemulihan ekonomi di Sulsel yang saat ini mengalami defisit 0,7 persen. Di mana sektor pertanian, kata Sudirman, paling merasakan tekanan.

"Kita butuh rehab sekitar Rp300 miliar. Kami di provinsi tiap tahunnya coba mengangkat tapi kemampuan kami paling 10 persen, karena masalah anggaran," ucap Sudirman.

Selain itu, Sudirman juga menyampaikan progres pembangunan jalur terisolir di Seko, Luwu Utara. Saat ini katanya pembangunannya sudah hampir rampung. Hanya saja Pemprov Sulsel kekurangan anggaran sebesar Rp300 miliar.

2. Pemprov Sulsel butuh 11 perizinan terkait proyek infrastruktur
Sudirman juga menyampaikan progres pembangunan kabel laut yang mencakup 300 pulau di Sulsel. Untuk itu, dia menyebut Pemprov butuh 11 perizinan agar pengerjaan proyek bisa berjalan mulus.

"Yang kami perlukan adalah bagaimana pembangunan, pemerataan yang berkeadilan termasuk pelayanan dasar di kepulauan," ucap Sudirman.

Selain itu, Sudirman juga meminta agar pemerintah pusat ikut membantu daerah dalam proyek pembangunan jalan kanal inspeksi sungai yang menghubungkan daerah lain di Kota Makassar dengan Pulau Lakkang.

"Karena pulau ini terletak di tengah Makassar dan akses ke sana harus naik perahu," kata dia.

3. Jokowi menyinggung Makassar New Port
Dalam kesempatan itu pula, Jokowi sempat menyinggung proyek Makassar New Port yang masih dalam proses pengerjaan. Menurut Presiden, MNP sangat penting sekali untuk menjadi pelabuhan penghubung utama di kawasan Indonesia timur.

Jokowi pun berjanji akan memerintahkan Menteri Perhubungan agar segera menuntaskan proyek MNP. "Dan menteri BUMN agar (MNP) segera bisa beroperasi dan berfungsi."

Presiden Jokowi berada di Sulawesi Selatan pada Kamis hari ini, dalam agenda kunjungan kerja dan peresmian sejumlah proyek infrastruktur. Di antaranya, Bandara Buntu Kunik di Tana Toraja, Tol Layang Pettarani di Kota Makassar, dan Kolam Regulasi Nipa-Nipa di Kabupaten Maros.

Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga melakukan peninjauan vaksinasi COVID-19 massal di Makassar dan Tana Toraja.


Popular posts from this blog

Anies Baswedan Banyak Alasan Tidak Hadir Di Rapat Banjir

Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Anies Baswedan tidak datang rapat  Untuk Tidak Hadir Di Rapat Banjir, Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Anies Baswedan Masih Banyak Alasan Untuk Tidak Hadir Di Rapat Banjir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan, mundurnya Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Subejo dari jabatannya tidak akan mempengaruhi penanganan banjir.”Enggak, enggak ngaruh,” kata Anies di kawasan Ancol, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2020). Untuk mengisi kekosongan itu, Anies menunjuk Sabdo Kurnianto sebagai pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD DKI.”Salah satu kepala bidang beliau sekarang memimpin,” tuturnya.Sebelumnya diberitakan, Kepala BPBD DKI Jakarta Subejo mengundurkan diri dari jabatannya. Surat pengunduran dirinya telah diterima oleh Badan Kepegawaian Daerah (B...

Mau Keluar Masuk Jakarta saat PSBB? Baca Dulu Syaratnya

Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya menarik rem darurat dengan kembali menerapkan PSBB. PSBB kali ini sendiri berbeda dengan PSBB pada April 2020 lalu, namun akan lebih ketat dibandingkan dengan PSBB transisi. Ada perbedaan pula pada beberapa aturan antara PSBB saat ini dengan PSBB sebelumnya, termasuk aturan keluar masuk Jakarta. Seperti apa aturan bagi penumpang transportasi publik keluar masuk Jakarta selama PSBB diperketat? Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan pengendalian transportasi yang diberlakukan selama PSBB diperketat ini tetap sesuai dengan Permenhub 41 Tahun 2020 beserta aturan turunannya. "Berdasarkan hasil koordinasi Pemerintah Pusat dan Pemprov DKI yang telah berlangsung selama beberapa hari, pengendalian transportasi yang dilakukan tetap mengacu pada Permenhub 41 Tahun 2020 dan aturan turunannya yaitu Surat Edaran Menhub yang telah diterbitkan pada 8 Juni 2020 lalu," ujar Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati dalam keteran...

Anies Mungkin Tidak Komersialkan Kawasan TIM

Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Anies Tak Akan Komersialkan Kawasan TIM . Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Anies Tak Akan Komersialkan Kawasan TIM Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dikritik cara komunikasi dengan seniman yang menolak revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta. Cara komunikasi Anies itu disampaikan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi X DPR RI.Menjawab kritikan itu, Anies mengaku akan intensif berkomunikasi dengan semua pihak. Namun, Anies hanya ingin komunikasi dengan seniman melalui institusi yang resmi, yaitu Dewan Kesenian Jakarta.”Insyaallah kita akan intensifkan lagi dan menyangkut pelibatan channelnya menggunakan institusi yang jelas, sehingga kita tau kita tau dengan siapa harus berinteraksi, di mana itu? Ya Dewan Kesenian Jaka...